Indonesian readings / Beginner 2 / Holidays & Traditions
Ramadan Fasting: A Day in My Life
Puasa Ramadan: Sehari dalam Hidup Saya
Saya berpuasa pada bulan Ramadan setiap tahun. Sejak kecil, orang tua mengajarkan saya arti sabar dan syukur. Saat berpuasa, saya tidak makan dan tidak minum dari subuh sampai magrib. Saya bangun lebih awal untuk sahur bersama keluarga. Kami menyiapkan nasi hangat, sayur sederhana, dan air putih. Saya makan perlahan agar tubuh kuat sepanjang hari. Di siang hari, saya tetap belajar dan bekerja. Kadang saya merasa lelah, tetapi saya mencoba tenang. Saya menghindari marah dan berkata kasar. Saya juga berusaha membantu teman. Jika ada waktu, saya membaca Alquran dan berdoa. Saya mendengarkan ceramah singkat di radio atau ponsel. Saya mengatur waktu istirahat, dan saya berjalan pelan saat panas. Saya menulis rencana harian agar tugas selesai tepat waktu. Kegiatan ini membuat hati saya damai. Menjelang magrib, rumah menjadi ramai. Ibu menyiapkan takjil, seperti kolak pisang, kurma, dan teh manis. Kami berbuka dengan air, kurma, lalu salat magrib. Setelah itu, kami makan malam bersama sambil bercerita tentang hari kami. Pada malam hari, kami pergi ke masjid untuk salat tarawih. Saya merasa dekat dengan keluarga dan tetangga. Bagi saya, Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki diri, belajar disiplin, dan berbagi kepada orang lain.
English Translation
I fast in the month of Ramadan every year. Since childhood, my parents taught me the meaning of patience and gratitude. When fasting, I do not eat and do not drink from dawn until sunset. I wake up earlier for sahur with my family. We prepare warm rice, simple vegetables, and plain water. I eat slowly so that my body stays strong throughout the day. In the afternoon, I still study and work. Sometimes I feel tired, but I try to stay calm. I avoid anger and rude words. I also try to help friends. If there is time, I read the Quran and pray. I listen to short talks on the radio or on my phone. I manage rest time, and I walk slowly when it is hot. I write a daily plan so tasks finish on time. These activities make my heart peaceful. Near sunset, the house becomes busy. Mother prepares takjil, like kolak banana, dates, and sweet tea. We break the fast with water, dates, then the Maghrib prayer. After that, we eat dinner together while telling stories about our day. At night, we go to the mosque for the tarawih prayer. I feel close to my family and neighbors. For me, Ramadan is a time to improve myself, learn discipline, and share with others.